
SEMARANG – Dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, dan akuntabel, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan "Penguatan Strategi Peningkatan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dan Efektivitas Penyerapan Anggaran Tahun 2026". Kegiatan ini dilangsungkan di Mahakam Meeting Room, Hotel Aruss Semarang, Kamis (07/05).
Acara diawali dengan pembukaan dari Plh. Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Jumiyo. Dalam sambutannya, Ia menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap hukum keimigrasian harus berjalan beriringan dengan penguatan indikator kinerja keuangan instansi. Disampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman terkait IKPA, menajamkan kompetensi pegawai, serta membangun budaya transparansi dan sinergi antarbagian guna menciptakan akuntabilitas kinerja yang maksimal.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan strategis dari Kepala Kantor Wilayah, Haryono Agus Setiawan. Pada kesempatan tersebut, Kakanwil memberikan apresiasi kepada satuan kerja di lingkungan Kanwil Ditjenim Jateng yang telah menunjukkan performa gemilang dalam penyerapan anggaran, dengan sorotan utama diberikan kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap sebagai peraih capaian terbaik. Kakanwil kembali mengingatkan bahwa strategi peningkatan IKPA bukan sekadar pemenuhan target administratif, melainkan pilar penting untuk memastikan kinerja organisasi berjalan efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari KPPN Semarang I, Taufik Surya. Ia memaparkan fungsi IKPA sebagai instrumen vital dalam monitoring dan evaluasi kualitas pelaksanaan anggaran agar satuan kerja dapat beroperasi secara efektif, tepat waktu, dan patuh pada regulasi. Materi yang disampaikan mengupas tuntas kerangka pengukuran kinerja, termasuk delapan indikator utama IKPA: revisi DIPA, deviasi Halaman III DIPA, penyerapan anggaran, belanja kontraktual, penyelesaian tagihan, pengelolaan UP/TUP, dispensasi SPM, hingga capaian output.
Dari sisi internal, Bagian Keuangan Ditjen Imigrasi yang diwakili oleh Natalia, turut memberikan paparan terkait kondisi terkini pagu dan realisasi anggaran. Sesi ini membedah target dan proyeksi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2026, serta merumuskan strategi optimalisasi anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Kanwil Ditjenim Jateng.

Melalui forum ini, seluruh peserta menyepakati empat strategi utama dalam peningkatan IKPA ke depan, yaitu: percepatan pelaksanaan kegiatan, peningkatan koordinasi antarunit kerja, penguatan sistem pengendalian internal, serta optimalisasi penyerapan anggaran secara berkala. Kegiatan penguatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Para peserta secara aktif membahas berbagai kendala teknis dan administratif di lapangan, mulai dari penyelesaian tagihan hingga proses penginputan data pendukung IKPA untuk mencari solusi bersama demi tata kelola keuangan yang semakin PRIMA.
