KABAR TERKINI ::.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, FORKOPDENSI DIY Resmi Dikukuhkan

Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Tengah menghadiri Pembentukan dan Pengukuhan Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (FORKOPDENSI) Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar oleh Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang, di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Selasa (12/05).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kerja sama, komunikasi, dan koordinasi antarinstansi yang memiliki peran dalam penanganan deteni dan pengungsi, sekaligus membentuk wadah koordinasi lintas sektor guna mendukung penanganan yang humanis, tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Acara diawali dengan laporan Kepala Rudenim Semarang, Maringan Firman Napitupulu, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta, Junita Sitorus dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun forum koordinasi yang solid untuk memperkuat pengawasan dan penanganan pengungsi secara optimal.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pengukuhan FORKOPDENSI Tingkat Provinsi DIY yang diikuti oleh perwakilan dari berbagai instansi terkait. Forum ini diharapkan menjadi sarana komunikasi dan koordinasi yang efektif dalam mendukung penanganan deteni dan pengungsi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan juga diisi dengan pemaparan materi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY mengenai pemantauan orang asing dan potensi kerawanan di wilayah DIY, serta materi dari UNHCR terkait mandat dan peran lembaga tersebut dalam perlindungan pengungsi dan pencari suaka.
Melalui pembentukan FORKOPDENSI, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antarinstansi pemerintah, organisasi internasional, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan penanganan pengungsi dan deteni yang lebih terkoordinasi, humanis, dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Pegawai Teladan Periode April 2026, Wujud Apresiasi atas Kinerja dan Integritas

Semarang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah melaksanakan Penilaian Pegawai Teladan Periode April 2026 sebagai wujud komitmen dalam membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Pemilihan Pegawai Teladan dilakukan secara partisipatif melalui mekanisme voting yang melibatkan seluruh pegawai. Penilaian didasarkan pada sejumlah komponen utama, yakni integritas, kompetensi, kedisiplinan, kreativitas, dan kerapihan. Proses ini dirancang untuk memastikan seleksi berjalan objektif, transparan, serta mencerminkan nilai-nilai organisasi.
Berdasarkan hasil penilaian, Rahayu Restianingtiyas, Penyusun Laporan dan Hasil Evaluasi terpilih sebagai Pegawai Teladan Periode April 2026. Piagam penghargaan diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kanwil Ditjenim Jateng, Senin (11/05).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah menyampaikan bahwa penghargaan Pegawai Teladan bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. “Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kakanwil juga mengharapkan partisipasi aktif seluruh pegawai dalam penilaian pegawai teladan periode selanjutnya. Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenim Jawa Tengah berharap budaya kerja yang positif dapat terus tumbuh, sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian semakin optimal serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Kanwil Ditjenim Jawa Tengah Perkuat Strategi Pengelolaan Belanja Tambahan dan Revisi Anggaran Tahun 2026

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Penguatan Strategi Pengelolaan Belanja Tambahan dan Revisi Anggaran di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, di Hotel Aruss Semarang, Jumat (08/05).
Kegiatan dibuka oleh Ketua Panitia sekaligus Plh. Kabag TU Kanwil Ditjenim Jawa Tengah, Jumiyo, dan dilanjutkan sambutan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono. Dalam sambutannya, Kakanwil menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan tepat sasaran guna mendukung optimalisasi kinerja satuan kerja.
Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ibnu Ismoyo, menyampaikan strategi pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2026 serta penyusunan anggaran Tahun 2027 yang menekankan perencanaan berbasis prioritas, efisiensi, dan efektivitas penggunaan anggaran. Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan PNBP Imigrasi harus diarahkan untuk mendukung pembangunan sarana prasarana, penguatan teknologi informasi, dan peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan pula bahwa Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Tengah berhasil mencapai progres Program Aksi sebesar 100% pada Triwulan I Tahun 2026 dengan kategori kinerja baik.
Selanjutnya, Irfan Huzairin dari Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Jawa Tengah memaparkan materi terkait revisi anggaran berdasarkan PER-9/PB/2023 yang meliputi tata cara revisi, kewenangan revisi anggaran, pengelolaan revisi DIPA BLU, hingga batas akhir pengajuan revisi anggaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan kerja dapat terus memperkuat pemahaman terkait pengelolaan dan revisi anggaran guna mendukung pelaksanaan anggaran yang akuntabel dan optimal.
Kanwil Ditjenim Jateng Perkuat Strategi Peningkatan IKPA dan Efektivitas Penyerapan Anggaran Tahun 2026

SEMARANG – Dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, dan akuntabel, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan "Penguatan Strategi Peningkatan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dan Efektivitas Penyerapan Anggaran Tahun 2026". Kegiatan ini dilangsungkan di Mahakam Meeting Room, Hotel Aruss Semarang, Kamis (07/05).
Acara diawali dengan pembukaan dari Plh. Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Jumiyo. Dalam sambutannya, Ia menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap hukum keimigrasian harus berjalan beriringan dengan penguatan indikator kinerja keuangan instansi. Disampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman terkait IKPA, menajamkan kompetensi pegawai, serta membangun budaya transparansi dan sinergi antarbagian guna menciptakan akuntabilitas kinerja yang maksimal.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan strategis dari Kepala Kantor Wilayah, Haryono Agus Setiawan. Pada kesempatan tersebut, Kakanwil memberikan apresiasi kepada satuan kerja di lingkungan Kanwil Ditjenim Jateng yang telah menunjukkan performa gemilang dalam penyerapan anggaran, dengan sorotan utama diberikan kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap sebagai peraih capaian terbaik. Kakanwil kembali mengingatkan bahwa strategi peningkatan IKPA bukan sekadar pemenuhan target administratif, melainkan pilar penting untuk memastikan kinerja organisasi berjalan efisien, transparan, dan tepat sasaran.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari KPPN Semarang I, Taufik Surya. Ia memaparkan fungsi IKPA sebagai instrumen vital dalam monitoring dan evaluasi kualitas pelaksanaan anggaran agar satuan kerja dapat beroperasi secara efektif, tepat waktu, dan patuh pada regulasi. Materi yang disampaikan mengupas tuntas kerangka pengukuran kinerja, termasuk delapan indikator utama IKPA: revisi DIPA, deviasi Halaman III DIPA, penyerapan anggaran, belanja kontraktual, penyelesaian tagihan, pengelolaan UP/TUP, dispensasi SPM, hingga capaian output.
Dari sisi internal, Bagian Keuangan Ditjen Imigrasi yang diwakili oleh Natalia, turut memberikan paparan terkait kondisi terkini pagu dan realisasi anggaran. Sesi ini membedah target dan proyeksi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2026, serta merumuskan strategi optimalisasi anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Kanwil Ditjenim Jateng.

Melalui forum ini, seluruh peserta menyepakati empat strategi utama dalam peningkatan IKPA ke depan, yaitu: percepatan pelaksanaan kegiatan, peningkatan koordinasi antarunit kerja, penguatan sistem pengendalian internal, serta optimalisasi penyerapan anggaran secara berkala. Kegiatan penguatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Para peserta secara aktif membahas berbagai kendala teknis dan administratif di lapangan, mulai dari penyelesaian tagihan hingga proses penginputan data pendukung IKPA untuk mencari solusi bersama demi tata kelola keuangan yang semakin PRIMA.
Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Kanwil Ditjen Imigrasi Jateng Audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah
Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Kanwil Ditjen Imigrasi Jateng Audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah melaksanakan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Rabu (06/05) di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang keimigrasian.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Wilayah, Haryono Agus Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfikhususnya melalui dukungan video testimoni dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Tengah. Audiensi dilanjutkan dengan diskusi terkait pengembangan organisasi dan layanan, termasuk capaian pembukaan tiga Kantor Imigrasi baru di wilayah Jawa Tengah untuk memperluas akses layanan kepada masyarakat.
Selain itu, dibahas pula progres rencana pembangunan gedung Kantor Imigrasi Purwokerto serta rencana pemasangan fasilitas autogate di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang guna mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian.
Menutup pertemuan, Gubernur Jawa Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai rencana strategis tersebut dan menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Jawa Tengah.
