
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembentukan Perpustakaan sebagai langkah awal dalam mengoptimalkan layanan informasi keimigrasian, Rabu (06/05). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil ini bertujuan menghadirkan pusat informasi yang tidak hanya mendukung kebutuhan internal organisasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Bayu Dewabrata, yang menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan tahap awal dalam proses pembentukan perpustakaan di lingkungan Kanwil. Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah, Haryono Agus Setiawan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberadaan perpustakaan sebagai sarana strategis untuk mendukung peningkatan kualitas layanan serta penguatan budaya literasi.
Dalam sesi pemaparan, narasumber dari UIN Walisongo, Bahrul Ulum selaku Kepala UPT Perpustakaan UIN Walisongo Semarang, menyampaikan pentingnya peran perpustakaan dalam mendukung pengelolaan pengetahuan serta membuka peluang kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi hukum yang terintegrasi dan berbasis digital. Peserta juga mendapatkan informasi terkait layanan perpustakaan, termasuk akses repository dan e-journal sebagai sumber literasi hukum yang inklusif.
Sementara itu, narasumber kedua, Fipit Fatimah, Pustakawan Muda Direktorat Jenderal Imigrasi, memaparkan konsep perpustakaan khusus di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, mulai dari jenis, visi dan misi, hingga layanan yang dapat dikembangkan. Selain itu, disampaikan pula metode pengembangan perpustakaan serta konsep GLAM sebagai integrasi fungsi perpustakaan, arsip, galeri, dan museum dalam mendukung pengelolaan pengetahuan dan pelayanan publik.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun perpustakaan yang modern dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan pembentukan perpustakaan di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Tengah dapat segera terwujud dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas layanan keimigrasian.
